Keriput

•July 21, 2008 • 13 Comments

Entah kenapa, semua cerita cinta dalam berbagai media selalu berakhir sebelum sang tokoh-tokoh itu menikah. Latar waktu drama romantis seolah hanya bagus bila berlangsung saat tak ada ikatan yang legal dalam cinta itu. Ayu Utami pernah mempertanyakan hal ini dalam kumpulan essay nya “Si Parasit Lajang”.


Continue reading ‘Keriput’

Paradise

•July 14, 2008 • 14 Comments

How to build a paradise?

Continue reading ‘Paradise’

Positif

•June 30, 2008 • 20 Comments

Di salah satu sudut Jalan Suryakencana Bogor ada seorang bapak penjual kelapa muda. Dia membawa buah kelapa muda dagangannya dengan pikulan. Lalu dia berhenti menumpang di sebelah tukang jajanan lainnya seperti toge goreng, gado-gado, baso, comro, dan sebagainya.

Nanti kalau ada orang yang selesai makan salah satu jajanan itu, si bapak tua dengan senyumnya yang memperlihatkan kerut keriput menawarkan kelapa mudanya. Lalu bila orang yang ditawarkan itu mau, si bapak akan dengan sigap memotong bagian atas kelapa dengan goloknya, dibersihkan sedikit, diberi sedotan supaya bisa langsung diminum.


Continue reading ‘Positif’

Pagar

•June 27, 2008 • 14 Comments

Adegan paling populer di televisi belakangan ini adalah tayangan sekumpulan orang yang menggoyang-goyang pagar. Entah itu rombongan yang mengaku mahasiswa pembela kepentingan rakyat, atau barisan pendukung calon kepala daerah, atau front ini dan itu, semua punya hobby sama. Bergerombol di depan pagar dan setelah agak panas mulai adegan saling dorong pagar dengan gerombolan berseragam di balik pagar.


Continue reading ‘Pagar’

Teori Galaksi

•June 20, 2008 • 10 Comments

“Dalam keadaan pedih dan terpuruk, terbanglah ke galaksi itu dan tinggalkan bumi ini. Maka di atas sana, bumi ini akan terlihat begitu kecil; hingga kau akan heran mengapa kau harus menangisinya.”

Kutipan dari “Surat untuk Wai Tsz”, Leila S. Chidori, dalam “Derabat, Cerpen pilihan Kompas 1999″.


Continue reading ‘Teori Galaksi’