Positif
Di salah satu sudut Jalan Suryakencana Bogor ada seorang bapak penjual kelapa muda. Dia membawa buah kelapa muda dagangannya dengan pikulan. Lalu dia berhenti menumpang di sebelah tukang jajanan lainnya seperti toge goreng, gado-gado, baso, comro, dan sebagainya.
Nanti kalau ada orang yang selesai makan salah satu jajanan itu, si bapak tua dengan senyumnya yang memperlihatkan kerut keriput menawarkan kelapa mudanya. Lalu bila orang yang ditawarkan itu mau, si bapak akan dengan sigap memotong bagian atas kelapa dengan goloknya, dibersihkan sedikit, diberi sedotan supaya bisa langsung diminum.
…
Saat mau dibayar, si pelanggan mencolek si bapak, “Berapa pak?” Si bapak itu kembali tersenyum ramah dan mengambil lagi satu buah kelapa, bersiap-siap untuk memoton bagian atasnya, yang tentu membuat bingung si pelanggan. Sebelum sempat dia mengayun goloknya buru-buru para pedagang di dekatnya mencegah.
“Pak tadi ditanya berapa bayarnya, bukan mau pesan lagi”, tukang gado-gado berbicara agak keras di dekat kuping si bapak penjual kelapa muda. Ternyata si bapak punya masalah pendengaran. Setelah diberitahu tadi, masih dengan senyumnya bapak itu menunjukkan harga yang harus dibayar dengan jarinya.
Adegan berikutnya adalah pengulangan yang tadi. Setelah menerima bayarannya, kembali dia menegur orang-orang yang sedang makan dengan senyum menawarkan kelapa muda. Mungkin juga orang yang sama dengan yang sebelumnya dia tawarkan.
Keberadaan bapak tua penjual kelapa muda ini mirip dengan cerita si kodok tuli. Karena tuli, seekor kodok kecil justru mampu meloncat ke luar lubang, karena cemoohan dan ejekan teman-temannya dia pikir justru memberi semangat untuk selalu melompat dan melompat lebih tinggi.
Sama dengan si bapak tadi, yang karena kekurangan pendengarannya dia pikir semua orang yang menegur nya ingin membeli kelapa muda dagangannya. Karenanya dia selalu berpikir positif, yang membuat dia bisa selalu tersenyum, tanpa peduli apa pun omongan orang. Orang seperti bapak ini yang selalu membagi aura positif kepada lingkungannya. Kekurangannya dalam pendengaran yang menjaga keteguhan niatnya. Ketulian adalah anugrah. Sementara bagi orang-orang yang berenergi negatif, ketulian adalah musibah. Baik bagi orang itu, maupun bagi orang sekitarnya yang terpapar aura negatif.

:) lioni selalu menempelkan earphone di telinga. trus nanti ada cowo suit2 di pinggir jalan atau mengeluarkan kata2 aneh selalu lioni cuekin dan berpikir “ouw.. i’m so fu*king beautiful!”
lioni said this on June 30, 2008 at 4:57 pm |
indah :D
hanny said this on June 30, 2008 at 6:02 pm |
Hai erly,…itu namanya memanfaatkan ‘kekurangan’ diri ya untuk hal yg positip…that’s a beautiful life if U can make a changes yours! I hope we can make it too…!
Er…aku pasang link mu di blog ku yaa…? Tengkyu loooo!
manggis said this on June 30, 2008 at 8:53 pm |
jika saja kita semua saling berbalas senyum..
taliguci said this on June 30, 2008 at 9:00 pm |
*tersenyum sama erly*
Leonita said this on July 1, 2008 at 5:29 am |
ehm..dimana tadi Suryakencana Bogor yah? .. sepertinya sayah pernah beli kelapa mudanya.. salam
tegar said this on July 1, 2008 at 7:42 am |
Wew, dicoba-dicoba..he..he..he..Ternyata kekurangan ditangan orang yang benar bisa jadi energi positif ya?
Iis sugianti said this on July 1, 2008 at 11:03 am |
Setuju deh, apapun itu, berpikir positif akan membantu kita lebih tegar menghadapi hidup, memberi semangat kala harapan yang tersisa hanya sedikit. Thx for sharing Erly!
Red Antares said this on July 1, 2008 at 4:59 pm |
Speechless.
Terima kasih sudah berbagi cerita, Erly.. :)
emyou said this on July 2, 2008 at 2:37 pm |
euh… tapi kalo kasus bapak penjual kerak telor di blok s agak beda.
Lebihd ari sekali kejadian, saya mesen dua dibikininnya cuma 1 karena dia nggak bisa mendengar dengan baik.
Udah gitu bapaknya juga pelupa, sehingga (lebih dari sekali juga) pesanan yang kedua nggak segera dibikin karena pas balik ke tempat jualannya si bapak lupa kalo say amesen satu lagi…
vanya said this on July 3, 2008 at 1:41 am |
kekurangan bagi orang lain, bisa saja jadi kelebihan pada diri sendiri. ataupun sebaliknya…
bersyukur, adalah hal yang paling baik untuk itu :)
salam kenal erly..
orang bogor kah ?
Menik said this on July 4, 2008 at 7:47 pm |
enlightening story ….
wiwin said this on July 4, 2008 at 11:59 pm |
kelapanya manis gak? kelapa muda? *gak berfikir positif* hehe
ichanx said this on July 6, 2008 at 6:40 pm |
lovely story bro
aip said this on July 8, 2008 at 7:53 am |
nice story!!! so kita harus berpikiran positip… apapun yang terjadi…
vi3 said this on July 10, 2008 at 5:21 am |
Kamu itu keajaiban dunia maya. Saya tahu saya akan temukan banyak di halaman ini.
Terima kasih ya Erly. Ini tulus loh :)
atta said this on July 10, 2008 at 10:28 pm |
Halo erly..
*dapet kelapa ngga ya guee…* hihihi
Nita said this on July 12, 2008 at 5:29 pm |
bener banget harus selalu positif thinking apapun yg terjadi
linda said this on July 14, 2008 at 11:47 am |
kekuatan dari ” berfikir positif “…benar-benar menakjubkan…but not easy loh…
aswin said this on August 15, 2008 at 10:33 am |
Hi, salam kenal. Hmm, coba kalo duit yang dikorup di beliin ke alat bantu dengar. Pasti ga bakalan ada orang indo yang tuli. Eh salah.. lha wong pemerintahnya sendiri tuli koq :-D
oppie said this on August 19, 2008 at 4:36 am |